Forex Valid - Trusted Friend for Traders

Fungsi Analisa dalam Trading Forex dan 3 Jenis Indikator Forex yang Harus Anda Ketahui

Fungsi analisa dan indikator forex

Sebelum Anda melanjutkan membaca pembahasan kita kali ini, yang akan membahas mengenai Analisa dalam Trading Forex meliputi Analisa Fundamental, Analisa Teknikal, serta Indikator Forex yang merupakan bagian ke-4 dari Seri Belajar Trading untuk Pemula di Forex Valid, Anda harus memastikan bahwa Anda telah memahami pembahasan kita sebelumnya tentang Apa itu Trading Forex.

Nah, jika Anda sudah memahami pembahasan sebelumnya, GOOD!

Silakan lanjutkan membaca bagian ini!

Bagian ini akan kita buka dengan sebuah pertanyaan, Apa tujuan kita melakukan analisa dalam trading forex?

Analisa dalam Trading Forex

Analisa Forex adalah upaya yang dilakukan oleh trader forex untuk menilai perubahan harga forex pair sekaligus menilai kekuatan yang mempengaruhi perubahan harga tersebut dalam periode waktu tertentu.

Analisa dalam trading forex bagi trader secara spesifik bertujuan untuk memperoleh kejelasan arah perubahan harga forex pair dan untuk memperoleh dukungan secara psikologis mengenai keputusan BUY atau SELL yang akan dilakukan oleh trader.

Dengan melakukan analisa dalam aktivitas tradingnya, trader umumnya akan menjadi lebih yakin dan lebih tenang dalam mempertahankan posisi trading yang telah diambilnya tersebut, sehingga tidak mudah merasa khawatir atau “gopoh” saat ada trader lain yang memberikan pandangannya mengenai potensi pergerakan harga forex pair kepada trader tersebut.


Nah, dalam melihat potensi arah pergerakan harga forex sendiri hampir dapat dipastikan bahwa setiap trader mungkin tidak memiliki pandangan yang sama.

Trader A bisa saja melihat EURUSD akan bergerak naik, sedangkan Trader B bisa saja melihat EURUSD akan bergerak turun.

Perbedaan pandangan ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya karena terdapat perbedaan metode analisa yang digunakan oleh trader-trader tersebut.


Secara umum terdapat dua metode analisa dalam trading forex yaitu Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal.

Namun dari kedua jenis besar analisa ini juga masing-masing nanti akan terbagi lagi ke dalam bentuk strategi-strategi atau sistem-sistem trading yang lebih banyak lagi.

Banyak trader pemula akan kebingungan dalam memilih strategi atau sistem trading mana yang cocok dengannya, dengan alasan atau tujuan tradingnya, dengan modal yang dimiliki, dan dengan resiko yang dapat diterimanya.

Trader yang selalu mencari metode trading yang dirasa cocok untuknya cenderung akan menghabiskan seluruh waktu di karirnya untuk terus mencari dan tersesat dalam pencarian strategi atau sistem trading yang selalu profit atau yang disebut sistem trading 100% profit yang sebenarnya tidak ada!


Trader umumnya hanya perlu memastikan suatu strategi trading atau sistem trading yang digunakan tersebut haruslah memiliki peluang profit yang lebih besar daripada peluang loss-nya.

Namun untuk mengetahui hal tersebut juga butuh riset mendalam dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sehingga banyak sekali trader yang akhirnya tidak melakukannya dan akhirnya secara sembrono menggunakan strategi atau sistem trading yang didapatnya di internet untuk trading di akun realnya tanpa terlebih dahulu melakukan riset pada strategi tersebut.

Namun sekarang Anda dan trader pemula lainnya tidak perlu lagi kebingungan dengan hal tersebut karena di Forex Valid, kami akan membantu Anda para trader agar dapat melihat dan memilih metode dan sistem trading mana yang sesuai dengannya melalui riset yang telah kami lakukan terhadap strategi trading yang ada dan semuanya akan dapat Anda lihat secara transparan.

Sehingga Anda tidak perlu lagi melewati fase-fase buruk yang pernah kami rasakan dalam perjalanan kami hingga menjadi trader forex seperti sekarang.

Namun sebelum kesana, Anda harus membaca dan memahami dengan benar pembahasan kita kali ini.

Analisa Fundamental Forex

indikator forex analisa fundamental forex

Berbeda dengan analisa fundamental di pasar saham yang menjadikan analisa fundamental sebagai penentu apakah harga suatu saham perusahaan tertentu dinilai undervalued atau overvalued, analisa fundamental di forex menggunakan informasi faktor fundamental seperti keadaan ekonomi negara tertentu atau berita peristiwa besar yang mempengaruhi ekonomi nasional suatu negara atau internasional untuk menentukan apakah suatu mata uang akan cenderung menguat atau melemah terhadap mata uang lainnya kemudian dimanfaatkan oleh trader untuk mengambil keputusan BUY atau SELL.

Sebagai contoh, kita bisa trading di pair USDCAD yang merupakan mata uang US terhadap mata uang Kanada.

US dan Kanada adalah mitra dagang dekat, dimana itu berarti perdagangan forex di kedua negara ini terjadi dalam jumlah yang besar untuk keperluan perdagangan lintas batas, keperluan travel dan turis, serta investasi keduanya.

Trading forex yang menggunakan analisa fundamental dapat memperhatikan faktor inflasi dan prospek suku bunga untuk kedua negara ini yang akan mempengaruhi kecenderungan penguatan atau pelemahan mata uang negara US terhadap Kanada.

Para trader forex yang menerapkan analisa fundamental akan memperhatikan data di sektor pekerjaan seperti data payroll dan pengangguran yang dapat memberikan wawasan mengenai tren suku bunga di masa depan yang didasarkan pada informasi mengenai perekonomian yang kuat akan cenderung mendorong suku bunga dinaikkan dan kemudian akan menarik lebih banyak investor ke mata uang negara tersebut dan memiliki mata uang negara tersebut berarti akan mendapatkan keuntungan, sehingga yang dilakukan oleh trader fundamental tersebut akan melakukan BUY saat melihat indikator kenaikan suku bunga menunjukkan peluang terjadinya kenaikan suku bunga.

Melakukan analisa fundamental untuk trading forex merupakan hal yang cukup sulit dibandingkan analisa teknikal-nya (ini bisa saja merupakan pendapat subjektif kami).

Dimana analisa fundamental tidak menyajikan data yang jelas mengenai kapan tepatnya suatu mata uang akan bergerak naik atau turun, serta di harga berapa sebaiknya kita melakukan transaksi BUY atau SELL.

Jika Anda melihat seorang analis fundamental di forex, mereka akan cenderung menyampaikan mata uang tertentu akan naik karena alasan-alasan fundamental ini dan itu, namun informasi kapan, berapa besar peluang keuntungan yang bisa kita hasilkan dan berapa besar resiko yang mungkin kita terima di kesempatan tersebut tidak terlihat jelas bagi kita seorang trader yang menghadapi resiko untuk mengambil peluang keuntungannya, dan itu bisa sangat fatal.

Berbeda dengan itu, analisa teknikal forex cenderung lebih diminati para trader forex karena ia menyajikan informasi mengenai dimana trader bisa mengambil posisi BUY atau SELL, berapa besar resiko yang terdapat pada peluang transaski saat itu, serta berapa besar peluang profit yang bisa diperolehnya dapat diukur secara lebih jelas dengan analisa teknikal.

Analisa Teknikal Forex

indikator forex analisa teknikal

Dengan pair yang sama seperti contoh di atas yaitu USDCAD, trader pengguna analisa teknikal cenderung tidak memperhatikan faktor-faktor fundamental seperti faktor tenaga kerja, faktor inflasi, maupun suku bunga.

Mereka cenderung untuk mencari “trend” dan “range” atau kisaran pergerakan harga USDCAD dari riwayat pergerakan harga yang telah terjadi sebelumnya.

Trend dalam analisa teknikal dianggap dapat memberikan arah keseluruhan pergerakan forex pair, sementara range dianggap dapat memberikan informasi mengenai area support atau resistance yang didekati oleh pergerakan harga terakhir (sekarang, secara live).

Analisa teknikal sendiri merupakan aliran analisa trading yang digunakan untuk menilai dan mengidentifikasi peluang trading dalam suatu tren atau pola harga yang terlihat pada grafik histori harga.

Analis teknikal atau trader teknikal percaya bahwa aktivitas perdagangan masa lalu dan perubahan harganya dapat menjadi indikator pergerakan harga di masa depan.

Itulah sebabnya kenapa chart menjadi hal yang sangat utama bagi analis teknikal atau trader teknikal.

Dibandingkan dengan analisa fundamental, analisa teknikal sering digunakan untuk mendapatkan sinyal trading jangka pendek yang dianggap lebih sejalan dengan tujuan kita sebagai trader forex.

Analisa teknikal sendiri disebut terbagi menjadi 2 (dua) aliran, yaitu aliran analisa teknikal klasik dan analisa teknikal modern.

Analisa teknikal klasik biasanya disematkan pada trader yang menggunakan model chart yang dianggap “naked” yaitu hanya berisi bar chart ataupun candlestick chart dan memperhatikan pola-pola chart yang terbentuk pada histori pergerakan harga chart tersebut untuk memperkirakan dan mengukur pergerakan harga suatu pair forex untuk kemudian dapat mengambil keputusan BUY atau SELL dengan resiko dan peluang yang terukur.

Sedangkan analisa teknikal modern dianggap pengembangan lanjutan dari analisa teknikal yang menggunakan berbagai indikator forex sebagai alat bantu dalam melakukan analisa si trader teknikal.

Analisa teknikal yang kita kenal seperti sekarang ini pertama kali diperkenalkan dalam Teori Dow oleh Charles Dow pada tahun 1800-an, kemudian terus berkembang dan tercipta ratusan hingga ribuan pola dan sinyal yang dikembangkan oleh pada analis dan trader melalui penelitian bertahun-tahun bahkan beberapa diantaranya telah melalui penelitian dan pengembangan puluhan hingga ratusan tahun, dan diyakini masih relevan karena menggambarkan pola pergerakan harga yang seringkali berulang.

Hingga sekarang ini ada 3 (tiga) asumsi umum dalam pengembangan sistem trading yang menciptakan sinyal trading tersebut didasarkan pada Teori Dow yang juga diterima para analis profesional, yaitu:

  1. The market discounts everything atau pasar mendiskon segalanya, dimana para analis teknikal percaya bahwa segala sesuatu mulai dari faktor fundamental hingga psikologi pasar sudah diperhitungkan atau digambarkan dalam chart.
  2. Price moves in trends atau harga bergerak dalam tren, dimana para analis teknikal percaya bahwa meski pergerakan pasar sekilas terlihat acak, namun apabila diamati, ia akan menunjukkan suatu tren, terlepas time frame apapun yang diamatinya.
  3. History tend to repeat itself atau sejarah cenderung berulang. Sifat pergerakan harga yang berulang sering dikaitkan dengan psikologi para pelaku pasar yang cenderung sangat dapat diprediksi berdasarkan emosi seperti kegembiraan atau ketakutan.

Dengan pengembangan-pengembangan selama ratusan tahun tersebut, ada banyak strategi atau sistem trading yang tercipta.

Itulah sebabnya di awal tadi kami menyebut bahwa trader mungkin saja terjebak dalam suatu pencarian tiada akhir terhadap strategi trading berdasarkan analisa teknikal yang sesuai untuknya, karena ada begitu banyak strategi trading yang telah dikembangkan sejak saat pertama kali diperkenalkan hingga sekarang ini.

Namun yang perlu kita ketahui, bahwa analisa teknikal dikembangkan melalui riset mendalam dan terukur serta objektif dengan tujuan membantu para trader itu sendiri untuk memperkirakan arah pergerakan harga, besar resiko, hingga potensi peluang yang bisa diperolehnya.

Apa itu Indikator Forex

Dalam analisa teknikal yang dianggap aliran modern terdapat suatu alat bantu yang disebut indikator forex.

Indikator Forex adalah salah satu alat analisa teknikal untuk memeriksa data pasar di masa lalu yang memperhatikan pola pergerakan meliputi data pergerakan harga dan kekuatannya.

Indikator forex itu sendiri ada yang difokuskan untuk mengidentifikasi tren pasar saat ini, termasuk area support dan resistance, sementara yang lain berfokus pada penentuan kekuatan tren dan peluang kelanjutan tren tersebut.

Secara umum, indikator forex terbagi dalam 3 kategori utama yaitu Indikator Trend, Oscillators, dan Volume. Sedangkan indikator lainnya biasanya merupakan gabungan dari dua atau beberapa kategori dari 3 kategori utama indikator ini.

1. Indikator Trend

Indikator trend berfungsi untuk membantu trader mengetahui apakah keadaan pasar saat ini sedang dalam kondisi trending atau bergerak dalam suatu trend baik tren naik (bullish) atau tren turun (bearish), atau sedang tidak dalam keadaan trending atau yang biasa disebut dengan sideways.

Kondisi pasar yang trending membuka kesempatan bagi trader untuk meraih peluang keuntungan yang lebih besar daripada kondisi sideways.

Dengan mengetahui suatu pasar sedang dalam kondisi trend ataupun sideways akan membantu trader terhindar dari penggunaan strategi trading yang salah yang dapat mengakibatkan potensi kerugian yang lebih besar daripada potensi keuntungannya.

indikator forex trend

Indikator Trend yang tersedia di platform trading Metatrader (yang biasa digunakan oleh kebanyakan broker forex) ialah:

  • Average Directional Movement Index
  • Bollinger Bands
  • Envelopes
  • Ichimoku Kinko Hyo
  • Moving Average
  • Parabolic SAR
  • Standar Deviaton

Indikator-indikator Trend ini nanti akan kita bahas secara lengkap dalam artikel terpisah.

2. Indikator Oscillators

Indikator Oscillator adalah indikator teknikal yang berguna untuk mengukur momentum, dimana para trader akan menggunakannya untuk menemukan kondisi overbought atau oversold jangka pendek.

Indikator ini dibentuk dari suatu band di bagian atas yang merupakan nilai ekstrim tertinggi dan band bawah yang merupakan nilai ekstrim terendah, serta satu atau lebih indikator trend yang bergerak di antara band atas dan band bawah dari indikator Oscillator ini.

Suatu kondisi harga dianggap overbought terjadi apabila indikator trend yang berada di dalam (di antara band atas dan band bawah) indikator Oscillator ini mendekati nilai ekstrim atas (band atas).

Sedangkan kondisi harga dianggap oversold terjadi apabila indikator trend yang berada di dalam indikator Oscillator ini mendekati nilai ekstrim bawah (band bawah).

indikator forex oscillator

Indikator Oscillators yang tersedia di platform trading Metatrader cukup banyak, yaitu:

  • Average True Range
  • Bears Power
  • Bulls Power
  • Commodity Channel Index
  • DeMarker
  • Force Index
  • MACD
  • Momentum
  • Moving Average of Oscillator
  • Relative Strength Index
  • Relative Vigor Index
  • Stochastic Oscillator
  • Williams Percent Range

Indikator-indikator Oscillator ini juga nanti akan kita bahas secara lengkap dalam artikel terpisah.

3. Indikator Volume

Indikator Volume seperti namanya berguna untuk membantu trader mengetahui volume perdagangan.

Pada pasar saham yang memiliki bursa terpusat, volume merupakan suatu indikator yang wajib mengkonfirmasi setiap pergerakan harga.

Sedangkan pada pasar forex yang sifat transaksinya terjadi secara over the counter, indikator volume dianggap kurang bermanfaat karena volume yang ditampilkan di setiap broker forex dapat menampilkan informasi yang berbeda dan diragukan kevalidannya.

Penutup

Oke, ini merupakan pembahasan pembuka kita mengenai Analisa dalam Trading Forex dan berkenalan dengan Indikator Forex dalam Analisa Teknikal, serta pengetahuan mengenai Analisa Fundamental.

Pada pembahasan selanjutnya nanti kita akan membahas lebih lengkap mengenai Indikator Forex satu per satu, setelah kita berkenalan dengan Apa itu Strategi Trading yang telah banyak kita singgung dalam artikel ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.